Jumat, 13 Januari 2012

Hubungan Antara Media dengan Teknologi Pembelajaran

Hubungan Antara Media dengan Teknologi Pembelajaran

Sebelum kita membahas tentang hubungan antara media dengan teknologi pembelajaran, disini akan dijelaskan maksud dari media dan teknologi pembelajaran tersebut. Karena kita akan sulit untuk memahami hubungan antara media dan teknologi pembelajaran apabila kita tidak memahami apa yang dimaksud dengan media dan teknologi pembelajaran itu sendiri.

Dalam makalah ini akan kita paparkan pengertian media, pengertian teknologi pengajaran dan hubungan antara keduanya.

1. Pengertian media pembelajaran.

Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”.[1] Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.[2] Akan tetapi sekarang kata tersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. Kemudian telah banyak pakar dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media.[3]

Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.[4] Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat di manipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instruktional.[5] Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT, 1977).

Menurut Heinich, (1993) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang secara harfiah berarti "perantara" yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver).[6]

Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.[7]

Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan-persamaan diantaranya yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.[8]

Dalam perkembangannya, media pengajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian teknologi audio-visual yang menggabungkan penemuan mekanik dan elektronik untuk tujuan pengajaran. Teknologi yang muncul terakhir adalah teknologi mikroprosessor yang melahirkan pemakaian komputer dan kegiatan interaktif (Seels & Richey 1994 dalam Arsyad 2002).[9]

Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.[10]

2. Pengertian teknologi pembelajaran.

Kata teknologi berasal dari bahasa latin tekne (bahasa inggris art) dan logos (bahasa Indonesia “ilmu). Dalam bahasa Yunani teknologi berasal dari kata technologia yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan tecne sebagai dasar teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, ketarampilan, ilmu. Sedangkan “ilmu teknik” dan “teknik” itu sendiri bermakna pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan.[11]

“Dalam pengertian yang lebih umum, teknologi pembelajaran diartikan sebagai media yang lahir sebagai akibat revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran di samping guru, buku teks, dan papan tulis…..bagian yang membentuk teknologi pembelajaran adalah televisi, film, OHP, komputer dan bagian perangkat keras maupun lunak lainnya…”[12]

Sebuah konsep yang kompleks seperti teknologi pendidikan memerlukan difinisi yang kompleks pula. Teknologi merupakan satu konsep yang luas dan memiliki lebih dari satu definisi.[13]

Definisi yang pertama adalah pengembangan dan penggunaan peralatan, mesin, bahan dan proses untuk menyelesaikan masalah manusia. Definisi lainnya digunakan dalam ekonomi, yang mana teknologi dilihat dari status pengetahuan saat menggabungkan sumber daya untuk memproduksi produk yang diinginkan.[14] Teknologi pendidikan merupakan proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.[15]

“Teknologi Pembelajaran merupakan usaha sistematik dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar untuk suatu tujuan khusus, serta didasarkan pada penelitian tentang proses belajar dan komunikasi pada manusia yang menggunakan kombinasi sumber manusia dan manusia agar belajar dapat berlangsung efektif.”[16]

Definisi AECT 1994 : “Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar.”[17]

Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana, definisi ini sesungguhnya mengandung makna yang dalam. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi, yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh. Definisi ini juga berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.[18]

Dapat kita pahami bahwa teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi tentang proses dan sumber untuk belajar dan pemecahan masalah manusia dalam proses belajar.

3. Hubungan antara media dengan teknologi pembelajaran.

Teknologi pengajaran merupakan bagian dari teknologi pendidikan. Hal ini didasarkan pada konsep bahwa pengajaran adalah bagian dari pendidikan.[19]

Teknologi Pembelajaran tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi audio visual. Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu audio-visual. [20] Definisi teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media.[21] Hal ini disebabkan oleh penggunaan media yang harus dilakukan dalam teknologi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Teknologi Pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran dan pendekatan sistem dalam pendidikan.[22] Bisa dikatakan bahwa media merupakan bagian dari teknologi pembelajaran.

Teknologi pengajaran merupakan satu himpunan dari proses terintegrasi yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara – cara pemecahan masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi belajar yang memiliki tujuan dan disengaja (Sudjana , et.al : 2001)[23]

Dalam penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa media termasuk dalam ruang lingkup teknologi pengajaran. Karena teknologi pengajaran merupakan himpunan dari proses terintegrasi yang didalamnya terlibat manusia, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi serta pengelolaan cara-cara pemecahan masalah pendidikan yang terdapat di dalam situasi belajar yang memiliki tujuan dan disengaja.

Peran media disini adalah sebagai solusi pemecahan masalah pendidikan. Masalah pendidikan yang dihadapi adalah sulitnya seorang pengajar atau guru untuk menyampaikan pesan atau materi kepada siswa. Bagi siswa, media sangat membantu proses belajar karena siswa tidak tergantung kepada guru. Siswa bisa belajar kapanpun dia ingin belajar. Dengan adanya media, maka guru dapat menyampaikan pesan dengan mudah dan dapat diterima siswa dengan baik sehingga tercapailah tujuan pembelajaran.

Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara media dengan teknologi pembelajaran sangat erat. Hal ini dikarenakan di dalam menerapkan teknologi pembelajaran kita harus menggunakan media agar guru dapat menyampaikan pesan dalam bentuk materi dengan mudah dan siswa dapat menerimanya dengan baik. Teknologi pembelajaran tidak akan bisa mencapai tujuan pembelajaran dengan baik tanpa adanya media.



[2] Dr. Arief S. Sadiman, M. Sc. Dkk, Media pendidikan pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya, PT. Raja Grafindo Persada, 2003, Jakarta. Hal. 6

[3] Opcit, http://kurtek.upi.edu

[4] http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran, diakses 10 oktober 2010

[5] Opcit, Prof. Dr. H. Asnawir,hal 11

[6] Opcit, http://kurtek.upi.edu

[7] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=alim, diakses 10 oktober 2010

[8] Opcit, Dr. Arief S. Sadiman, M. Sc. Hal. 6

[9] http://forum.upi.edu, diakses 10 oktober 2010

[10] Opcit,

[11] http://sman14mdn.sch.id diakses 10 oktober 2010

[12] http://benramt.wordpress.com/2010/02/03/sejarah-dan-perkembangan-definisi-teknologi-pembelajaran/ diakses 10 oktober 2010

[14] Ibid,

[15] Yusufhadi Miarso… dkk,Definisi teknologi pendidikan/ satuan tugas, PT. Raja Grafindo Persada, 1994, Jakarta. Hal. 1

[16] Opcit, http://unesa.info diakses 10 oktober 2010

[17] http://www.wijayalabs.com/2008/06/23/teknologi-pembelajaran/ diakses 10 oktober 2010

[18] Ibid,

[20] Opcit, http://www.wijayalabs.com

[21] http://cahyaanugrah.wordpress.com/ diakses 10 oktober 2010

[22] Opcit, http://www.wijayalabs.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar