Sabtu, 09 Juni 2012

Transfer Belajar


TRANSFER BELAJAR


A. Pengertian transfer belajar 
Istilah ”transfer belajar” berasal dari bahasa Inggris ”Transfer of Learning” dan berarti pemindahan atau pengalihan hasil belajar yang diperoleh dalam bidang studi yang satu ke bidang studi yang lain atau ke kehidupan sehari-hari di luar lingkup pendidikan sekolah.[1] Pemindahan atau pengalihan itu menunjuk pada kenyataan, bahwa hasil belajar yang diperoleh digunakan di suatu bidang atau situasi di luar lingkup bidang studi di mana hasil itu mula-mula diperoleh.
Transfer dalam belajar adalah kemampuan menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam situasi yang baru, baik di sekolah maupun di luar sekolah.[2] Dengan kata lain transfer dalam belajar berarti pemindahan hasil belajar dari mata pelajaran yang satu ke mata pelajaran yang lain, atau ke kehidupan di luar lingkungan sekolah. Misalnya, hasil belajar di bidang studi geografi, digunakan dalam mempelajari bidang studi ekonomi, hasil belajar di cabang olah raga bola tangan digunakan dalam belajar main basket, hasil belajar di bidang fisika dan kimia digunakan dalam mengatur kehidupan sehari-hari.[3] Hasil studi yang dipindahkan atau dialihkan itu dapat berupa pengetahuan (informasi verbal), kemahiran, intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik dan sikap. Berkat memindahan atau pengalihan hasil belajar itu, seseorang memperoleh keuntungan atau mengalami hambatan dalam mempelajari sesuatu di bidang studi yang lain atau dalam mengatur kegiatan sehari-hari.

B. Pengertian transfer dalam pendidikan dan pengajaran
Apabila suatu pengajaran mempunyai pengaruh pada kelakuan-kelakuan yang baru, maka pengajaran itu mempunyai nilai transfer. Pengaruh-pengaruh tersebut apabila menghasilkan keuntungan disebut ”Transfer Positif”, yaitu mempermudah dan menolong dalam menghadapi tugas belajar yang lain dalam rangka kurikulum sekolah, atau dalam mengatur kehidupan sehari-hari. Dan apabila menghalangi atau merugikan maka disebut sebagai ” Transfer Negatif ”, yaitu mempersukar dan mempersulit dalam menghadapi tugas belajar baik dalam rangka kurikulum sekolah atau dalam mengatur kehidupan sehari-hari.Transfer Positif dibedakan atas:
Transfer vertikaladalah keadaan dimana seorang pelajar meningkat kemampuannya pada tugas-tugas yang kompleks.
Transfer horizontal adalah kecakapan menerapkan keterampilan dari situasi ke situasi baru lainnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelajar dalam transfer horizontal ini adalah persamaan antara situasi sekolah dengan situasi kehidupan nyata, pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar serta banyaknya latihan.[4]

C. Beberapa Teori Transfer Belajar
Beberapa teori yang menjelaskan  pengertian transfer belajar adalah sebagai berikut:
v  Teori disiplin formal
            Pandangan ini bertitik tolak pada anggapan aliran Psikologi Daya, tentang psike atau kejiwaan manusia. Psike itu dipandang sebagai kumpulan dari sejumlah bagian atau aneka daya yang berdiri sendiri, seperti daya berfikir, daya mengingat, daya berkemauan, daya merasa dan lain sebagainya. Masing-masing daya tersebut dapat diperkuat dan dikembangkan sendiri-sendiri melalui program latihan yang sesuai, misalnya daya berfikir  dapat ditingkatkan dengan cara melatih diri memecahkan berbagai persoalan yang sukar dan daya berkemauan dapat diperkuat dengan berkali-kali dihadapkan pada tantangan yang berat. Sebagaimana otot-otot tubuh dapat dilatih supaya menjadi kuat dengan cara melatih diri mengangkat besi yang beratnya semakin ditambah, sehingga orang akhirnya mampu mengangkat segala macam benda berat, demikian pula daya-daya mental dianggap dapat dilatih dengan melalui materi yang sukar. Sekali terlatih melalui pemecahan soal-soal ilmu pasti yang sukar, akhirnya akan mampu memecahkan persoalan di bidang apapun yang menuntut pemikiran tajam.[5]Sejalan dengan pandangan di atas, sejumlah ahli pendidikan pada awal abad ini mengemukakan pendapat, bahwa kurikulum  sekolah harus dirancang sedemikian rupa, sehingga memungkinkan daya-daya mental siswa dikembangkan dan diperkuat. Untuk itu, perlu disajikan aneka bidang studi tertentu yang sulit, namun cocok untuk melatih daya mental tertentu, dengan kata lain daya mental itu didisiplinkan melalui pendidikan formal. Apakah materi yang dipelajari dalam semua bidang studi itu banyak berguna bagi bidang studi  lainyang dipelajari kemudian atau bagi kehidupan setelah siswa tamat sekolah, tidak sebegitu diperhatikan, yang dianggap penting ialah apakah suatu bidang studi berguna bagi pembentukan suatu daya mental. Daya mental itu, sekali dibentuk melalui materi tertentu, akan berperanan positif juga di bidang atau situasi kehidupan di mana daya itu dibutuhkan.
Dewasa ini teori disiplin formal tidak dapat diterima lagi, karena dasarnya, yaitu Psikologi Daya sudah runtuh, para ahli psikologi sudah tidak memandang psike manusia sebagai kumpulan dari sejumlah daya mental yang berdiri sendiri, melainkan sebagai suatu keseluruhan, dimana semua fungsi psikis (fungsi kognitif, fungsi konatif, fungsi afektif) tidak berpernan lepas yang satu dari yang lain.

v  Teori Elemen Identik             
Edward Thorndike berpendapat bahwa transfer belajar dari satu bidang ke bidang studi lain atau dari bidang studi ke kehidupan sehari hari, terjadi berdasarkan adanya unsur unsur  yang identik dalam kedua bidang studi itu atau antara bidang studi di sekolah dengan kehidupan. Oleh karena itu hakekat transfer adalah pengalihan penguasaan suatu unsur di bidang studi yang satu ke unsur yang sama di bidang studi lain. Makin banyak unsur yang sama antara beberapa bidang studi makin besar kemungkinan terjadi transfer belajar positif. Jadi, banyak sedikitnya transfer belajar tergantung dari adanya banyak sedikit unsur yang sama antara kedua bidang studi atau antara bidang studi di sekolah dan kehidupan sehari-hari. Akan ada transfer belajar positif dari bidang studi aljabar ke bidang studi ilmu ukur, sejauh terdapat unsur-unsur yang sama dalam kedua bidang studi itu. Akan terjadi transfer belajar positif pula dari cabang olahraga sepak bola ke cabang olahraga bola basket, sejauh terdapat unsur-unsur yang sama dalam kedua olahraga itu, misalnya lari cepat, melompat, berhenti dengan tiba-tiba, dan lain sebagainya. Akan terjadi transfer belajar positif pula antara bidang studi belajar belajar di sekolah dan kehidupan sehari-hari, sejauh terdapat unsur yang sama dalam kedua bidang yang bersangkutan, misalnya antara bidang studi Anthropologi dan pergaulan dengan orang-orang kulit hitam, seperti mempraktekkan cara mereka makan sebelum bergaul ddengan mereka secara langsung. Maka, hakekat dari transfer belajar adalah pengalihan dari penguasaan suatu unsur di bidang studi yang satu ke unsur yang sama di bidang studi yang lain, makin banyak unsur yang sama antara beberapa bidang studi, makin besar kemungkinan terjadi transfer belajar positif.
v  Teori Generalisasi          
Charles Judd berpendapat bahwa transfer belajar lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menangkap struktur pokok, pola dan prinsip-prinsip umum. Apabila peserta didik  mampu mengembangkan dan menggeneralisasi konsep, kaidah, prinsip dan strategi untuk memecahkan masalah suatu bidang studi, maka peserta didik akan mampu mentransfer konsep, kaidah, prinsip dan strategi tersebut ke bidang studi lain (Winkel, 1991 : 307).  Siswa akan mampu mengadakan “generalisasi” yaitu menangkap ciri-ciri atau suatu sifat umum yang terdapat dalam sejumlah hal yang khusus. Generalisasi semacam itu sudah terjadi bila seorang siswa membentuk konsep, kaidah, prinsip (kemahiran intelektual) dan aneka siasat memecahkan problem atau masalah (pengaturan kegiatan kognitif).
Kesamaan antara dua bidang studi, tidak terletak apada unsur-unsur khusus, melainkan dalam pola, struktur dasar dan prinsipnya. Misalnya kesamaan materi atau bahan dalam konsep, kaidah atau prinsip antara dua bidang studi.[6] Kesamaan antara dua bidang studi mungkin pula menyangkut prosedur yang diikuti, seperti antar bidang studi fisika dan kimia. Misalnya, urutan langkah kerja yang ditempuh dalam mengadakan eksperimen di laboratorium fisika dan kimia, pada garis besarnya sama, yaitu persiapan, menimbulkan gejala dan mengadakan observasi (pengamatan) terhadap apa yang terjadi, mencatat hasil observasi dan menarik kesimpulan.
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses terjadinya Transfer Belajar
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya transfer belajar adalah: 
     v  Taraf Intelegensi dan Sikap
Faktor ini berasal dari anak didik dan berkisar pada masalah kapasitas dasar (kemampuan dasar), sikap, minat belajar dan lain sebagainya. Kapasitas dasar atau kemampuan anak itu sangat membantu timbulnya transfer belajar. Anak yag pandai cenderung memiliki transfer yang tinggi. Siswa yang belajar dengan intensif untuk menggunakan hasil belajarnya (baik dalam rangka bidang studi maupun di luarnya), yang termotivasi yang merasa senang dalam belajar di sekolah dan yang mampu mengolah dengan baik dan secara mendalam, akan jauh lebih siap untuk mengadakan transfer belajar, dibanding dengan siswa yang kurang termotivasi, kurang senang dan kurang mampu mengolah dengan baik. Kemampuan mengolah berkaitan dengan kemampuan belajar, terutama komponen kemampuan intelektual. Siswa yang berkemampuan intelektual tinggi, lebih mampu untuk mengolah secara mendalam dan secara menyeluruh dan pada umumnya lebih mampu pula untuk melihat kelonggaran/kemungkinan mengadakan transfer belajar, bahkan sebelum tenaga pengajar menunjukkan kemungkinan itu.
     v  Metode guru dalam mengajar
Proses belajar di sekolah berlangsung dalam interaksi dengan tenaga yang mengajar, yang berlangsung dalam kelas dalam proses belajar mengajar. Guru yang berusaha mengajar dengan fungsional, yaitu menghubung-hubungkan hasil belajar di bidang studi yang dipegangnya dengan suatu bidang studi yang lain atau dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan kondisi eksternal yang menunjang terjadinya transfer belajar.Usaha yang demikian, untuk sebagian tergantung sikap guru, untuk sebagian bergantung pada bekal ilmu pengetahuan umum yang dimiliki guru itu.
     v  Isi atau materi pelajaran
Faktor ini berasal dari mata pelajaran itu sendiri. Apabila mata pelajaran yang satu dengan yang lain memiliki hubungan, maka akan cenderung menimbulkan transfer. Misalnya perbuatan jenis belajar tentang gizi ke perbuatan jenis belajar memasak menimbulkan transfer yang tinggi.
     v  Proses belajar
Transfer belajar baru dapat diharapkan terjadi setelah siswa mengolah materi pelajaran dengan sungguh-sungguh, yaitu dalam rangka fase yang ketiga. Keberhasilan dalam pengolahan itu sendiri pun bergantung pada kesungguhan motivasi belajar (fase pertama) dan kadar konsentrasi terhadap unsur-unsur yang relevan (fase kedua). Maka, siswa yang kurang melibatkan diri dalam proses belajar, kurang cermat dalam persepsi dan kurang mendalam dalam mengolah materi pelajaran, tidak dapat diharapkan akan mengadakan transfer belajar biarpun sebenarnya ada kemungkinan.  Semua ini berkaitan pula dengan tata cara belajar atau teknik-teknik studi. Makin baik tata-tata cara itu makin meningkat pula kemungkinan siswa akan mengadakan transfer belajar.
     v  Hasil belajar
Aneka hasil belajar yang mengandung kemungkinan untuk dialihkan secara lebih luas ke berbagai bidang studi, bahkan menjadi bekal untuk digunakan/dimanfaatkan dalam banyak bidang kehidupan, seperti banyak konsep, kaidah, prinsip, siasat-siasat mengatur kegiatan kognitif dan sikap. Makin terbatas aneka hasil belajar suatu bidang studi makin terbatas pula kemungkinan untuk mengalihkan kebidang studi yang lain.[7]



[1]W.S. Winkle, Psikologi Pengajaran, (Yogyakarta: Media Abadi, 2004),  h, 514
[2]Mahfudh Shalahuddin,pengantar psikologi pendidikan,(Surabaya : PT Bina Ilmu, 1990), h, 103
[3]W.S Winkle, Op.Cit, h, 514
[4]http://srisukopujilestari.blogspot.com/2011/07/transfer-belajar.html,diakses  5 April 2012
[5]W.S. Winkle, Loc.Cit, h, 518
[6]http://srisukopujilestari.blogspot.com/2011/07/transfer-belajar.html,                 diakses  5 April 2012
[7]Http://Www.Ericdigests.Org/1999-4/Motivation.Html,   diakses 5 April 2012

sumber: makalah mahasiswa STAI Darul Ulum Kandangan 2012.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar